Kementerian ESDM: 60 Triliun belum Cukup

Orangenews, Faperta – Ratusan mahasiswa dan sejumlah dosen mengikuti seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Untirta. Seminar yang menghadirkan Wakil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ronggo Kuncahyo sebagai pembicara tersebut merupakan satu bentuk reaksi mahasiswa Agroekoteknologi terhadap rencana kenaikan BBM.

Mengawali sesi diskusi dan dialog bersama mahasiswa di Auditorium gedung B Untirta Kamis (29/03) siang, Ronggo Kuncahyo memaparkan beberapa data statistik yang mendorong pemerintah berencana menaikan harga BBM. Ia juga menjelaskan alasan pemerintah berencana menaikan harga BBM.

“Kami telah memangkas anggaran di semua sektor sampai 60 triliun, tapi belum cukup. Cara alternatifnya dengan kenaikan harga BBM,” jelasnya.

Ronggo juga menerangkan, kenaikan harga BBM dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan konsumsi dalam negeri yang semakin melonjak naik beberapa waktu belakangan. Konsumsi solar dan premium meningkat dari 35,8 juta kiloliter pada 2010, menjadi 38,5 juta kiloliter pada 2011 lalu. Sedangkan harga minyak mentah Indonesia yang dipatok dalam APBN 2012 sebesar 90 dolar AS, hingga Februari 2012 sudah mencapai 122,17 dolar AS per barel.

Kenyataan lain yang diungkapkan Ronggo ialah berasarkan data susenas 2008 dan world bank 2010, subsidi BBM belum tepat sasaran. Subsidi yang dikeluarkan pemerintah untuk meringankan beban rakyat kecil itu justru dinikmati oleh kalangan mampu dan diselewengkan oleh para penyelundup. (Reni/Yudi) ~ orange.fisip.untirta.ac.id

Scroll to Top