Banten Berduka, Prof Yoyo Mulyana Wafat

Posted on

Serang, FESBUK BANTEN News (30/11) –  Tokoh pendidikan dan Rektor Universitas Tirtayasa (Untirta) sejak 2003 hingga 2007, Rektor Universitas Banten Jaya (Unbaja) Serang sejak 2011 hingga sekarang, Yoyo Mulyana, Jumat 30 November 2012 Pukul 19.10 WIB tadi wafat. Di kediamannya di Cimahi Bandung Jawa Barat.

Almarhum Yoyo Mulyana (kanan, batik merah), saat masih hidup di Rumah Dunia, kota serang.(LLJ)

Kabar tersebut pertama kali tersiar di jejaring sosial, dari statusnya dosen sastra di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universtias Sultan Ageng Tritayasa (Untirta), Firman Venayaksa. “Saya baru dapat kabar barusan” ungkap Firman, Jumat (30/11).

Menurut Firman, sejak Maret lalu almarhum sudah terbaring sakit dan dirawat di rumahnya di Cimahi Bandung. Masih kata Firman, ia sempat menengok almarhum saat masih terbaring sakit beberapa waktu lalu.  “Menurut diagnosa dokter sih sakit kanker paru-paru,” ungkap Firman.

Wafatnya mantan Rektor pertama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu dibenarkan oleh Wakil Pembantu rektor Bidang Akandemik dan Kemahasiswaan Unbaja, Nauval Affandi saat BANTEN POS mencoba mengklarifikasi kebenaran kabar tersebut. “Benar prof Yoyo sudah meninggal pada pukul 19.10 WIB di Cimahi. Saya mendapat kabar langsung dari keluarganya tadi,” ungkap Nouval.

Nouval menjelaskan, sudah beberapa bulan ini almarhum yang juga guru besar Universitas pendidikan Indonesia (UPI) Bandung itu terbaring sakit. Prof Yoyo, lanjutnya, wafat saat perjalanan pulang setelah kontrol di salah satu rumah sakit di Cimahi Bandung. “Perkembangan beliau selalu saya pantau melalui keluarga beliau. Rencananya beliau akan dimakamkan besok (hari ini, red) pukul 10.00 WIB di Cimahi,” jelasnya.

Menurut Nouval, sosok almarhum merupakan sosok teladan bagi rekan dan bawahannya di kampus. Sosok itu, lanjutnya, jarang ditemukan pada ilmuwan seperti alamarhum. “Dia orang yang jujur, berkarakter, sosok kebapakan yang mengayomi. Juga memiliki komitmen tinggi terhadap ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Forum Taman Bacaan (FTBM) Indonesia yang juga pendiri Rumah Dunia, Gol A Gong. Menurut Gong, jarang seorang cendikiawan yang membumi seperti almarhum, yang mau duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Gong mengaku sempat menengoknya bulan puasa lalu. “Dulu juga sudah sangat kurus,” ungkap Gong.

Gong melanjutkan, di Banten, selain Prof Tihami dan Prof Yoyo sulit menemukan cendekiawan yang rendah hati dan mau turun ke bawah mengamalkan tridarma perguruan tinggi. Dalam beberapa kesempatan, almarhum tidak sungkan untuk berbagi ilmu di acara-acara kecil bersama mahasiswa dan pelajar. “Saat diundang dalam acara kecil, ia selalu datang, dan mau berbagi ilmu dengan gratis dengan siapapun,” ungkap Gong.

Menurut Gong, warga Banten, terutama yang sempat mengenyam pendidika di UPI Bandung dan Untirta generasi awal pasti sangat kehilangan dengan sosok almarhum. Sosok yang meletakan dasar-dasar keilmuan dan pendidikan di Banten. Terlebih, ia merupakan rektor pertama di Universitas Negeri di Banten. “Kita semua kehilangan sosok cendekiawan seperti beliau,” tandasnya.(

 

Profil Prof. Dr. H. Yoyo Mulyana, M. Ed.

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Pendidikan :

S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia, IKIP Bandung,1967
S-2 Curiculum & Instruction, Washington Univ., 1987
S-3 Bahasa Indonesia, UPI, 2000

Tmt. Guru Besar : 1 Juli 2005

Bidang Ilmu/Keahlian : Pendidikan Bahasa dan Sastra. (rim/LLJ)

Sumber:  http://www.fesbukbantennews.com/?p=7777

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *